Aku bisa merasakan ia bergulir di pipiku..
Basah dan hatiku sakit rasanya waktu itu..
Aku bergejolak, ingin marah dan berteriak tentang semua kejahatanmu padaku
Akankah kau melihatku menangis? Meronta bagai tak punya harga diri lagi
Aku kau buat hancur sehancur-hancurnya bagai Kaum Aad yang tak tinggal puingnya lagi saat diazab Allah
Aku kau buat sakit perlahan-lahan bagai tebing yang semakin lama akan terkikis oleh air laut
Aku mencari-cari dimana salahku, dosa apa yang pernah aku buat untukmu hingga begitu pedihnya balasanmu terhadapku
Kau bagai lelaki yang sudah hilang hatinya, yang sudah hilang perasaannya, yang sudah tidak butuhkan aku lagi
Padahal dulu kau selalu puja puji aku, bagai aku lah wanita terindah dan terbaik di dunia ini, tiada lain, hanya aku
Lalu apa yang terjadi padamu? Kau menjadi buasnya dan tak punya naluri lagi
Kau menjadi beringasnya dan tak indahkan aku lagi
Apakah isakan tangisku tak cukup jua tuk sentuh hatimu.. tuk luluhkan kamu seperti dulu aku meluluhkanmu
Akankah kau telah resistance dengan suara tangisku? Dengan bulir air mataku? Dengan segala rintih dan rontaku meminta kau tuk katakan maaf padaku?
Lalu, aku bertanya pada diri sendiri, masihkah aku mencintaimu?
Aku.. Hanya ingin kau yang seperti dulu.. Hanya itu..

0 komentar:
Posting Komentar